Tanah Tua: Yang Tak Terlihat Oleh Kota (2026)
Fitur pelaporan sedang dalam perbaikan. Silakan hubungi admin.
Di tengah hutan purba Tana Toa, Ikhsan, seorang anak berusia sepuluh tahun dan cucu mantan pemimpin adat, tumbuh sebagai penjaga tradisi dan alam. Kamera mengikuti langkah kakinya yang polos namun tegas, mengajak penonton masuk ke dunia masyarakat Kajang yang memegang teguh nilai leluhur di tengah ancaman modernisasi. Film dokumenter ini menyandingkan ketenangan hutan dan kearifan lokal dengan hiruk pikuk kota, membentuk kontras visual dan emosional yang mempertajam pesan: kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan akar. Melalui observasi intim, suara alam, dan penjelasan sejarah yang kelam oleh sejarawan, “Tanah Tua: Yang Tak Terlihat Oleh Kota” menjadi refleksi tentang hubungan manusia dengan bumi, sekaligus peringatan atas rapuhnya budaya yang terpinggirkan.