Tau Tau (2024)
Fitur pelaporan sedang dalam perbaikan. Silakan hubungi admin.
Ceritanya mengikuti seorang pria paruh baya yang tinggal di desa yang damai. Suatu sore, Kakek sedang bersantai dengan susu dan sebatang rokok sambil mendengarkan radio lamanya. Ketenangannya pecah ketika berita mengumumkan proyek pembangunan besar yang mungkin membawa kemajuan tetapi mengancam keindahan alam desa tersebut. Laporan tersebut memicu lamunan yang jelas: ia membayangkan bukit di belakang rumahnya, yang dahulu dipenuhi sawah dan pepohonan hijau, kini dipenuhi gedung-gedung megah. Adegan berubah menjadi meresahkan ketika orang-orangan sawah mulai bergerak, melambangkan kemarahan dan ketakutan penduduk desa terhadap kerusakan lingkungan. Suara alam menjadi tegang, mencerminkan peringatan masyarakat. Kakek terbangun ketakutan, menyadari bahwa penjaga “tau-tau” telah lama melindungi bukit tersebut. Film ini mencerminkan kerapuhan alam di tengah modernisasi dan perjuangan seseorang untuk melestarikan warisan lingkungannya.