Rolly: A Story of My Father (2024)
Fitur pelaporan sedang dalam perbaikan. Silakan hubungi admin.
Pada usia 73 tahun, Rolly Wuisan, seorang penduduk asli Minahasa dari Sulawesi, telah menghabiskan lebih dari 50 tahun sebagai pembuat tuak tradisional dan pengelola tanahnya. Film ini mengikuti keseharian Rolly yang berjalan cukup jauh dari rumahnya untuk memanjat pohon palem setinggi 50 meter dan mencari kayu bakar untuk menyuling Captikus (Anggur Tradisional Minahasa). Berakar pada ilmu leluhur, ia meyakini bahwa alam dan manusia adalah saudara dekat yang harus saling melindungi. Dengan menanam pohon dan menjaga hutan dan sungai, ia menjamin kelangsungan hidup generasi mendatang. Rolly: A Story of My Father adalah potret meditatif dari keahlian tradisional, ketahanan, dan peran penting kearifan Pribumi dalam perjuangan melawan perubahan iklim.