Nasida Ria: Sun Stage (2023)
Fitur pelaporan sedang dalam perbaikan. Silakan hubungi admin.
Tahun 1975, di sebuah asrama perempuan di Kota Semarang. H. Muhammad Zain (Alm) dan 9 santriwatinya berlatih memainkan alat musik untuk berdakwah, dalam sebuah grub bernama Nasida Ria. Ajaibnya, Nasida Ria menjadi grup kasidah internasional tahun 1980. Saat ini, melalui cara berfikir, cara bersikap dan cara menyikapi era digital yang dilakukan oleh Choliq Zain sebagai manajer, Nasida Ria telah berusia hampir setengah abad lamanya, dengan total 4 kali regenerasi. Sempat mengalami pergolakan dengan label rekaman dan personil yang berpindah grup. Choliq tidak ambil pusing. Ia menyelesaikan semuanya bermodal kesabaran selama hampir tiga tahun. Alih-alih ingin menjadi inspirator dalam musik arus utama, Nasida Ria memilih setia membawakan dakwah melalui musik kasidah dan ingin menjadikan kasidah sebagai bagian dari Nusantara.