Kabanti Bula Malino (2024)
Fitur pelaporan sedang dalam perbaikan. Silakan hubungi admin.
Lia, seorang remaja putri asal Buton, menemukan kembali naskah Kabanti—sebuah seni lisan warisan neneknya, Wa Mia, yang dahulu dikenal sebagai penyanyi Kabanti. Tradisi tersebut nyaris punah, apalagi ibunya enggan meneruskannya. Dengan bimbingan tokoh adat dan dukungan teman-temannya, Lia mencoba memahami makna mendalam di balik setiap bait Kabanti yang sarat akan ajaran Islam dan nilai-nilai kehidupan. Ia belajar melafalkannya dengan perasaan dan rasa tanggung jawab terhadap warisan leluhurnya. Puncaknya, Lia menampilkan Kabanti di pameran kampus. Suaranya yang merdu menghidupkan kembali tradisi yang telah lama terlupakan dan menyentuh hati banyak orang, menjadi simbol kebangkitan budaya Buton di tangan generasi muda.