A Letter to The Future (2022)
Fitur pelaporan sedang dalam perbaikan. Silakan hubungi admin.
Seorang sineas film dokumenter, tengah menanti kelahiran anak pertamanya di masa pandemi Covid-19. Sementara itu, ia mendapat dana hibah dari Rekam Pandemi, sebuah jaring pengaman sosial bagi pekerja seni untuk membuat film dokumenter yang merekam peristiwa dan cerita terkait wabah tersebut. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seniman dan penyelenggara pameran seni rupa yang berencana menggelar pameran. Ia kemudian diminta berkolaborasi dalam pembuatan produk audiovisual sebagai strategi penyelenggaraan kegiatan seni di masa pandemi. Di tengah perjalanan, ibunya yang sudah lama menantikan seorang cucu, meninggal karena sirosis. Ia berusaha sekuat tenaga melewati fase-fase kehidupan, kelahiran, dan kematian, semuanya ditempuh dalam waktu yang bersamaan selagi ia masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.